Tol Semarang–Demak Dikebut, Siap Tuntas pada 2027: Kurangi Rob, Tingkatkan Mobilitas

Mengawali tahun 2025, pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis demi meningkatkan konektivitas antarwilayah dan menyelesaikan persoalan lingkungan. Salah satu proyek besar yang menjadi perhatian adalah Jalan Tol Semarang–Demak, khususnya Seksi 1, yang kini dalam proses pembangunan. Pada akhir Desember 2024, progres fisik proyek ini telah mencapai 29,6 persen, sedikit melampaui target semula yang ditetapkan sebesar 28,1 persen.

Proyek tol ini bukan sekadar jalur transportasi biasa. Ia dirancang sebagai solusi dua fungsi sekaligus: meningkatkan mobilitas masyarakat dan menanggulangi banjir rob yang selama ini melanda pesisir Semarang dan Demak. Dalam kunjungannya ke lokasi proyek, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan optimisme bahwa pekerjaan masih berada dalam jalur yang sesuai meskipun sempat terhambat faktor cuaca, seperti angin kencang yang membahayakan keselamatan pekerja di lapangan.

Pembangunan Seksi 1 ini dibagi menjadi tiga paket pekerjaan utama. Paket 1A, yang mencakup peninggian Jembatan Kaligawe, telah mencapai progres 46,2 persen—lebih tinggi dari target 45,2 persen. Paket 1B, yang melibatkan pembangunan tanggul laut, gerbang tol, hingga fasilitas istirahat, menunjukkan progres 27,6 persen, juga sedikit melebihi target. Sementara Paket 1C, yang mencakup pembangunan kolam retensi dan rumah pompa di wilayah Demak dan Semarang, mengalami kemajuan signifikan dengan capaian 20,4 persen—melampaui target 15,2 persen.

Selain pengerjaan fisik, proses pembebasan lahan juga terus dikejar. Dody menyebut masih ada sekitar 15 persen lahan terdampak yang belum dibebaskan hingga akhir 2024, baik di wilayah Semarang maupun Demak. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembebasan ini akan rampung pada April 2025, agar tidak menghambat jadwal pembangunan secara keseluruhan, yang ditargetkan tuntas pada April 2027.

Tol Semarang–Demak ini nantinya akan memangkas waktu tempuh antarwilayah dari semula 30–60 menit menjadi hanya 10 menit. Selain itu, desain tol yang juga berfungsi sebagai tanggul laut diharapkan dapat menahan banjir rob yang selama ini menyebabkan kerusakan dan ketidakproduktifan lahan pesisir. Dengan terkendalinya rob, lahan-lahan yang selama ini tergenang bisa dikembalikan fungsinya untuk mendukung sektor pertanian, industri, atau pemukiman.

Proyek ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur yang tidak hanya fokus pada efisiensi transportasi, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan ketahanan lingkungan. Bila rampung sesuai target, Jalan Tol Semarang–Demak akan menjadi simbol transformasi kawasan pesisir utara Jawa Tengah menjadi lebih produktif, terhubung, dan tangguh terhadap bencana.

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *